-->

Laptops

Iklan

Berita RWDID Terbaru

Temukan Teknologi Keselamatan yang Kian Menentukan Wajah Kendaraan Masa Depan di GIIAS 2026

Jumat, 07 Agustus 2026, 11:11 WIB Last Updated 2026-08-07T04:11:00Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


RWDID - Industri otomotif global memasuki babak baru. Jika sebelumnya persaingan antarprodusen lebih banyak berfokus pada performa mesin, efisiensi bahan bakar, maupun desain kendaraan, kini kemampuan kendaraan dalam mengenali risiko dan membantu mencegah kecelakaan mulai menjadi faktor pembeda utama.

Perubahan arah tersebut menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, saat membuka GIIAS 2026. Menurutnya, berbagai keputusan terkait investasi, pengembangan teknologi, dan pendalaman industri yang diambil saat ini akan menentukan wajah industri otomotif nasional menuju tahun 2035.

Mengusung tema “Eye of the Future”, GIIAS 2026 menempatkan inovasi teknologi kendaraan sebagai penggerak utama masa depan mobilitas. Bagi GAIKINDO, kemajuan industri otomotif tidak lagi hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang disematkan pada kendaraan, tetapi juga dari kemampuannya dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Vice Compartment Future Automotive Technology & Renewable Energy GAIKINDO, Ardhana Wiranata, mengatakan bahwa perkembangan industri otomotif saat ini tidak lagi sebatas pada peningkatan performa maupun efisiensi kendaraan.

“Perkembangan teknologi terus mendorong budaya berkendara yang semakin aman, nyaman, dan efisien. Karena itu, tantangan industri ke depan bukan hanya menghadirkan teknologi yang semakin canggih, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” ujar Ardhana.

Sebagai gambaran nyata mengenai perkembangan teknologi keselamatan kendaraan, GAIKINDO bersama Bosch Indonesia menghadirkan Booth Safety & Advanced Technology di area pameran GIIAS 2026. Melalui booth ini, pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana berbagai teknologi keselamatan modern bekerja secara terintegrasi untuk membantu pengemudi mengenali potensi bahaya dan merespons situasi darurat di jalan.

Dalam kondisi lalu lintas yang dinamis, risiko dapat muncul hanya dalam hitungan detik. Kendaraan di depan dapat mengerem mendadak, pejalan kaki tiba-tiba menyeberang, atau sepeda motor muncul dari area titik buta (blind spot). Pada situasi seperti ini, faktor penentu keselamatan tidak lagi hanya bergantung pada refleks pengemudi, tetapi juga pada kemampuan kendaraan dalam mendeteksi risiko dan memberikan bantuan secara cepat serta akurat.

Director of Mobility Solutions Bosch Indonesia, Bernard Simanjuntak, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi keselamatan saat ini tidak lagi sekadar menambah jumlah fitur pada kendaraan.

“Perkembangan teknologi keselamatan bukan lagi sekadar tentang menambah fitur pada kendaraan. Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi dapat memberikan dukungan yang tepat pada situasi yang tepat, terutama ketika kondisi berkendara dan interaksi antar pengguna jalan semakin kompleks,” jelas Bernard.

Dalam demonstrasinya, Bosch memperkenalkan konsep teknologi keselamatan yang bekerja melalui tiga tahapan utama yang saling terhubung, yakni Sense, Think, dan Act.

Sense: “Mata” Tambahan untuk Kendaraan

Pengemudi memiliki keterbatasan dalam memantau seluruh area di sekitar kendaraan. Untuk membantu mengatasi keterbatasan tersebut, berbagai sensor dan kamera modern kini berperan sebagai “mata” tambahan yang terus memantau lingkungan sekitar secara real-time.

Teknologi Multi-Purpose Camera berfungsi mengenali marka jalan, kendaraan lain, hingga pengguna jalan di sekitar kendaraan. Sementara itu, Radar Sensor bertugas mengukur jarak dan kecepatan objek yang berada di sekitar kendaraan, sedangkan Ultrasonic Sensor membantu mendeteksi benda atau hambatan dalam jarak dekat.

Ketiga teknologi tersebut bekerja secara bersamaan untuk mengumpulkan informasi dari lingkungan sekitar kendaraan. Data yang diperoleh kemudian menjadi dasar bagi sistem untuk menganalisis situasi dan menentukan respons yang diperlukan guna membantu meningkatkan keselamatan berkendara.


Komentar

Tampilkan

RWD INDONESIA NEWS